Selasa, 01 April 2014

*****************JANGAN INDAH HANYA DALAM KENANGAN *******************************

=============================*********************========================================================== "Seseorang sering kali terasa begitu berarti/berharga ketika dia sudah pergi atau tidak bersama kita lagi" ========================================================================================================================= Kalimat itu sudah sering kita dengar dan kita tentu sepakat dengan makna kalimat yang terkandung di dalamnya. Pertanyaannya adalah mengapa kita seringkali terlambat memaknai makna perasaan itu ?. ================================================================================================================= Perasaan mengakui arti orang lain dalam kehidupan kita justru ketika dia akan pergi atau bahkan sudah tidak bersama kita lagi. Tentu akan sangat indah dan bermakna ketika kesadaran itu datang saat semuanya masih bersama, sehingga kita bisa menghargai, menghormati, mencintai, memperlakukan, memberi dengan sebaik-baiknya terhadap orang yang sebenarnya sangat berharga bagi hidup kita. ========================================================================================================================= Coba tanya ke orang yang orang tuanya sudah meninggal, biasanya dia akan mengatakan "nyesel kenapa dulu disaat ibu/bapak masih hidup saya tidak berbakti dan memenuhi keinginannya. Sekarang kalau inget Orang Tua paling cuman bisa sedih dan menangis saja. Dulu waktu Orang Tua masih hidup sih saya cuman bisa buat mereka kesel. Sekarang baru terasa sebenarnya begitu sayangnya mereka pada saya. ============================================================================================================================ Demikian halnya juga di lingkungan, lingkungan kerja atau persahabatan. Kita sering berkomentar "akh gua gak suka sama dia, ngomongnya nyebelin, suka nyakitian perasaan, gak sopan, sok paling bener, sok pinter, sok merasa paling berjasa, sok deket ama bos, sok pamer dll". Lalu sampai suatu saat ternyata dia harus tidak bersama kita lagi apakah karena pindah sambung, pindah kerja, sakit, atau bahkan meninggal dunia, barulah kita merasakan perasaan aneh..."kenapa kok tidak ada dia menjadi sepi/ga rame/serasa ada yang hilang. Coba ada dia yah...dst" Tapi terlambat....dia sudah pergi...tidak bersama kita lagi. ===================================**********************===================================================== Yah, begitulah kita selama ini. Kita seringkali salah memposisikan diri atau mengolah perasaan perasaan kita, lebih tepat barangkali kita terlalu cepat mengikuti ego daripada akal sehat dan hati nurani ;-) Alangkah indahnya kalau perasaan berharga itu hadir disaat orangnya masih ada disamping/didekat/bersama kita. Tentu kita akan bisa menjalani hidup dengan lebih indah dan bermakna. ===============================================***************************================================================