Jumat, 27 Januari 2012

MENGENALI PERILAKU DAN PROBLEMATIKA REMAJA (2)

B.PERTUMBUHAN PSIKIS /ROHANI

Remaja juga mengalami pertumbuhan menjadi orang dewasa,yang berarti ia bukan anak kecil lagi,daya pikir dan pola pikirnya juga mulai berkembang.
Tingkat emosionalnya juga semakin tinggi,sehingga mempengaruhi sikap dan tingkah lakunya.

Sikap ingin meniru mulai menonjol,meniru apa saja yg dilihat,didengar dan dihayatinya.
Apa saja yg dirasakan indah dan baik,menurut pandangan remaja yg masih hijau itu,selalu ingin diturutinya.
Bukan yg lahir saja yg ingin ditiru bahkan sikap hidup seseorang yg menjadi pujaannya,juga ingin ditiru dan dituruti idenya dan kepercayaannya serta pandangan nilai" hidupnya juga demikian.
Keteladanan sang tokoh IDOLA ( dlm rangka mencari identitas diri) kebanyakan diserap dan dijadikan acuan tingkah lakunya.

Sikap ingin diperhatikan oleh orang lain juga mewarnai bagian dari perkembangan Psikis remaja,yaitu berupa perwujudan tingkah dan kelakuan yg aneh " serta mengesankan,seperti suka berpakaian menyolok,terutama mode yg paling baru,suka ngebut,suka bermain yg membahayakan dirinya dan orang lain,ingin mencoba-coba dan merasakan yg dilarang.
Sikap ingin diperhatikan ini ada yg menonjol berupa sikap positif dan sikap negatif.
Yang positif berupa ingin diikut sertakan dalam kegiatan" dimasyarakat yg sebenarnya ia belum masak dan belum mampu mengikuti kegiatan tsb.

Dalam pertumbuhan fisik dan psikis ini,susunan sarafpun terutama otak juga mengalami pertumbuhan yg luar biasa,yaitu jumlah serabut saraf yg berjalan dari satu sel ke satu sel lain dalam otak besar bertambah banyak.
Sehubungan dgn pertumbuhan saraf otak tsb,maka wajarlah sekiranya dpt mempengaruhi perkembangan berpikirnya.
Pemuda yang telah masak ini dpt lebih baik berpikir abstrak dan lebih bertutur logis daripada sebelumnya.
Dengan demikian daya kritiknya pun meningkat,ia tdk lagi sekedar menerima apa" yg didiktekan oleh lingkungannya,tetapi ia mulai mempertanyakan terhadap semua yg dialaminya dan diterimanya.
Dan dgn daya pikir yg logis dan daya kritik yg sedang mengalami pertumbuhan yg pesat ini,maka remaja itu terkadang sering membantah dan mengkritik semua perintah yg keluar dari orang tuanya,mengapa perintah orang tuanya itu harus dikerjakan dan mengapa pula larangan orangtuanya harus ditinggalkan.

Demikian pula terhadap ajaran" yg disampaikan oleh gurunya terkadang juga tdk langsung diterima begitu saja tanpa dikritisi,malahan ia selalu bertanya" apabila ada pelajaran" yg kurang logis atau kurang diterima oleh akal yg kritis itu.

Pada masa pubertas ini,remaja juga biasanya sudah mulai berkhayal tentang Sex,maka sebelum usia tsb remaja harus sdh difahamkan terhadap hukum" /hudud" dalam agama.

SMC.january 2012

Tidak ada komentar: