Hal ini dapat di pahami karena untuk memenuhi hajat hidup dan kehidupannya seseorang tidak mungkin sama sekali lepas dari ketergantungan pada orang lain .
Sejak mulai lahir ia sudah di tolong oleh orang lain ,setelah lahir ia bisa mati jika tidak di pelihara orang lain ,begitupun dalam perjalanan sepanjang hidupnya selalu saja ada bentuk-bentuk ketergantungan pada orang lain .bahkan setelah mati untuk masuk ke liang kubur terpaksa di masukan oleh orang lain .Dari itulah seseorang lalu menjalin komunikasi dengan orang lain karena berbagai alasan dan kepentingan .
Dalam pada itu manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan memang mempunyai harkat dan martabat yang berbeda dengan hewan .Manusia lebih Mulia karena di muliakan oleh Alloh ,sebagaimana firman Alloh Surat Al isro' ayat 70 ; "Walaqod karomnaa banii Aadama ......dst
Yang artinya ; "Sungguh Aku {ALLOH} telah memuliakan anak turun Adam..........
Pelajaran yang bisa kita petikdari fenomena ini adalah hendaknya sesama manusia bisa saling menghormati bukan sebaliknya saling menghina.
Apalagi Alloh jelas melarang suatu kaum menghina pada kaumyang lain,begitupun wanita tidak boleh menghina pada wanita lain.
Sementara itu dasar kemanusiaan yang di kembangkan di negara kita tidak hanya mengacu pada pertimbangan ADIL melainkan juga harus BERADAB.
Ini berarti juga harus menghormati Harkat damenghormati n Martabat manusia itu sendiri.
Maka selayaknyalah prinsip saling sesama manusia kita jadikan acuan di dalalm pergaulan kehidupan kita tak terkecuali dalam kegiatan berkomunikasi...
Jalinan komunikasi yang di dasari saling menghomati sesama manusia pada gilirannya akan melahirkan Norma-norma Etika berkomunikasi,meski serba sedikit dan sederhana ,dengan harapan dapat memberi sedikit masukan sebagai upaya meningkatkan kualitas dalam berkomunikasi.
SUNARYO MAHAMERU ;
selasa 16 september 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar