Selasa, 16 September 2014

PENTINGNYA KOMUNIKASI

Kegiatan komunikasi hampir selalu di lakukan dan tak mungkin di hindari oleh manusia sebagai mahluk sosial.

Hal ini dapat di pahami karena untuk memenuhi hajat hidup dan kehidupannya seseorang tidak mungkin sama sekali lepas dari ketergantungan pada orang lain .

Sejak mulai lahir ia sudah di tolong oleh orang lain ,setelah lahir ia bisa mati jika tidak di pelihara orang lain ,begitupun dalam perjalanan sepanjang hidupnya selalu saja ada bentuk-bentuk ketergantungan pada orang lain .bahkan setelah mati untuk masuk ke liang kubur terpaksa di masukan oleh orang lain .
Dari itulah seseorang lalu menjalin komunikasi dengan orang lain karena berbagai alasan dan kepentingan .
Dalam pada itu manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan memang mempunyai harkat dan martabat yang berbeda dengan hewan .Manusia lebih Mulia karena di muliakan oleh Alloh ,sebagaimana firman Alloh Surat Al isro' ayat 70 ;  "Walaqod karomnaa banii Aadama ......dst
Yang artinya ; "Sungguh Aku {ALLOH} telah memuliakan anak turun Adam..........

Pelajaran yang bisa kita petikdari fenomena ini adalah hendaknya sesama manusia bisa saling menghormati bukan sebaliknya saling menghina.
Apalagi Alloh jelas melarang suatu kaum menghina pada kaumyang  lain,begitupun wanita tidak boleh menghina pada wanita lain.
Sementara itu dasar kemanusiaan yang di kembangkan di negara kita tidak hanya mengacu pada pertimbangan ADIL melainkan juga harus BERADAB.
Ini berarti juga harus menghormati Harkat damenghormati n Martabat manusia itu sendiri.
Maka selayaknyalah prinsip saling sesama manusia kita jadikan acuan di dalalm pergaulan kehidupan kita tak terkecuali dalam kegiatan berkomunikasi...
Jalinan komunikasi yang di dasari saling menghomati sesama manusia pada gilirannya akan melahirkan Norma-norma Etika berkomunikasi,meski serba sedikit dan sederhana ,dengan harapan dapat memberi sedikit masukan sebagai upaya meningkatkan kualitas dalam berkomunikasi.




SUNARYO MAHAMERU ;
selasa 16 september 2014

Senin, 15 September 2014

AHLI NUJUM {DUKUN}

Pada waktu sahabat Ali bin Abi tholib akan keluar untuk memerangi orang-orang Khowarij dalam perang NAHROWAN di katakan kepadanya ; ''wahai amirul mu'minin apakah engkau akan memerangi mereka sedangkan bulan sedang scorpion {kala jengking} Ali menjawab ; dimanakah bulan mereka , waktu itu ada di akhir bulan {perhatikan jawaban Ali yang intinya menolak keras segala bentuk perdukunan/ahli nujum }.
Musafir bin Auf berkatab; ''wahai amirul mu'minin ,jangan berangkat waktu sekarang dan berangkatlah 3 jam setelah lewat siang ini,...
Ali menjawab ; kenapa begitu....????
Berkata Musafir bin Auf ; kamu akan terkena musibah begitu pula sahabat2mu akan terkena musibah dan malapetaka yang berat ,tetapijika engkau berangkat pada jam-jam yang saya perintahkan pasti kamu menang dan mendapatkan apa yang kamu cari ...
Berkata Ali bin Abi Tholib ; tidak ada Nabi Muhammad mempunyai dukun/ahli nujum ,sesudah nabi wafat kamipun juga tidak memakai dukun/ahli nujum .

Shohabat Ali bin Abi tholib menerangkan secara panjang lebar berdalil dengan beberapa ayat Al_Qur'an ; Barang siapa membenarkan omongan ini maka dia tidak aman yaitu bahwa dia seperti orang yang menjadikan sesembahan kepada selain Alloh ,''Yaa Alloh tidak ada burung kecuali semua  burung MilikMu dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikan DariMu ''
Kemudian Ali bin Abi Tholib berkata kepada Musafir bin Auf ; Aku mendustakan kamu ,aku menyalahimu,aku akan pergi pada jam-jam yang kamu melarangku.

Kemudian Ali bin Abi Tholib menghadap kepada manusia lantas berkata ; ''Wahai manusia janganlah kamu mempelajari perdukunan /ahli nujum kecuali ilmu perbintangan yang dengannya kamu dapat petunjuk arah dalam kegelapan daratan dan lautan ,sesungguhnya dukun/ahli nujum itusama seperti tukang sihir dan tukang sihir itu seperti orang kafir,dan orang kafir itu di dalam neraka, Demi Alloh jika sampai kabar kepadaku bahwa kamu masih menggunakan ilmu nujum pasti kamu kami penjara selama-lamanya selama aku masih hidup atau kamu masih hidup dan saya mengharamkan kamu di beri sesuatu selama saya masih berkuasa.
kemudian shohabat Ali bin Abi thoib pergi pada jam yang ia di larang pergidan dia ketemu dengan kaum Khowarij lantas shohabat Ali membunuh mereka.Itulah kejadian perang NAHROWAN yang tersebut dalam Hadits Shohih Muslim.

Kemudian Shohabat Ali berkata ; Andaikata kita pergi pada jam-jam yang kita di perintah pergi dan kita menang ,pasti orang berkata ; Ali telah pergi pada jam yang di perintahkan oleh Ahli nujum {maka dia menang}.
Nabi Muhammad tidak memakai ahli nujum ,setelah Nabi wafat kami juga tidak menggunakan ahli nujum .Alloh telah membukakan untuk kita negara Qisro dan negara Kaesar dan seluruh negara .
kemudian Ali bin Abi Tholib berkata ; ''wahai manusia bertakwalah kepada Alloh dan percayalah kepada Alloh ,maka sesungguhnya Alloh itu mencukupi dari lainNya.  { Al jami'li Ahkamil Qur'an juz 19 hal 20 }

Minggu, 14 September 2014

MENGENAL DIRI

A. PSIKOLOGI DAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

 Adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu dalam interaksi dengan lingkungannya... tingkah laku yang di maksud adalah tingkah laku dalam arti yang luas sebagai integrasi manifestasipsiko-biologis , yakni yang mencakup perilaku kognitif {berfikir}, konatif {semangat berjuang},Efektif {sikap}, ataupun psikomotoris {gerakan,ketrampilan;yang mencakup tingkah laku yang di sadari dan yang tidak di sadari.
Tingkah laku yang di maksud bukan dalam arti kata istilah Behaviorisme sebagaimana umumnya dari sisi budaya tetapi tingkah laku dalam arti faktor INSTRUMENTAL psiko-biologisnya sebai mekanisme RESPONSE terhadap perkembangan internal dan Response Eksternal. Melalui respons individu terhadap lingkungan,psikologi mencoba menafsirkan peristiwa-peristiwa perkembangan yang terjadi dalam urut-urutan Umur . Psikologi manusia sebagai mahluk yang tidak mungkin lepas dari suatu situasi.Yang penting bukanlah untuk menetapkan apakah tingkah laku tertentu itu dan mengapa demikian.
 Psikologi perkembangan mempelajari tingkah laku individu yang sedang berada dalam proses perkembangan beserta latar belakangnya. Dalam proses perkembangan individu menunjukan adanya variasi dalam tingkah laku ,misalnya ; tingkah laku anak-anak berbeda dengan Remaja dan berbeda dengan tingkah laku orang dewasa .
Perkembangan mencakup aspek atau ruang lingkup yang luas semenjak kehidupan di mulai {masa konsepsi} sampai berakhirnya kehidupan {mati}.
Dengan demikian ruang lingkup studi psikologo-perkembangan sejak masa konsepsi hingga akhir hayat. Memang agak sukar untuk dapat menetapkan ruang lingkup secara pasti,karena;

a.Perkembangan tingkah laku mempunyai aspek yang banyak
 b.Pengaruh bakat dan lingkungan sukar di tetapkan
c.Pemberian batas-batas akan berbagai taraf fungsi tak mungkin di lakukan .
 Namun demikian,para ahli dapat menetapkan aspek perkembangan dalam bidang fisik dan psikis seperti Emosional,sosial,intelektual dll. Ada aspek-aspek perkembangan yang sudah nampak,ada yang memerlukan waktu yang panjang,ada yang panjang sekali,ada yang singkat,ada yang bersahaja,tetapoi banyak pula yang sangat kompleks. Atas dasar itu psikologi mempergunakan berbagai metode untuk coba mengerti manusia yang mengalami perkembangan itu . Di antarametode yang sering di pergunkan ialah antara lain; Observasi,catatan anekdot,biografi,angket,wawancara,eksperimen,studi,klinis,test,statistik dsb.

 PSIKOLOGI PERKEMBANGAN DALAM PENDIDIKAN

 Para ahli di bidang psikologi akan memusatkan perhatian pada gejala perkembangan dan pengaruh setiap perubahan terhadap gambaran diri manusia. Bagi seorang Pendidik, akan mempergunakan hasil-hasil psikologi untuk memberikan tuntunan yang sebaik-baiknya,agar supaya pengaruh perkembangan itu dapat bersifat positif dan konstruktifterhadap realisasi anak didknya.
 Pengetahuan yang mendalam mengenai aspek-aspek perkembangan tingkah laku akan memperlengkapi orang tua dan pendidik dengan kemampuan untuk lebih mengenal sesama manusia,sehingga metode-metode pendidikan,pengajaran dan metode-metode bimbingan penyuluhan akan lebih efektif di laksanakan.
Secara singkat dapat di katakan bahwa psikologi perkembangan pendidik khususnya dan para orang tua umumnya,untuk memperoleh pemahaman secara objektif dan ilmiah tentang tingkah laku anak didik atau anak yang berada dalam bimbingannya agar dapat membimbing ke arah pencapaian perkembangan yang Optimal.

Jumat, 12 September 2014

TENTANG DAJJAL DAN KHADHIR AS

Dajjal adalah makhluq mengaku Tuhan yang akan muncul sebelum kiamat. Yang mampu membunuh dia yang menguasai ilmu sihir ini hanya Isa bin Maryam AS. Muslim meriwayatkan tentang Dajjal membunuh dan menghidupkan lelaki, di dalam kitabnya: صحيح مسلم - (ج 14 / ص 169) حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا حَدَّثَنَا قَالَ يَأْتِي وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْتَهِي إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُولُ لَهُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا قَالَ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ حِينَ يُحْيِيهِ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْآنَ قَالَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو إِسْحَقَ يُقَالُ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ هُوَ الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلَام و حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ Arti selain isnadnya: Pada suatu hari Rasulullah SAW menyampaikan Hadits yang panjang tentang Djjal, pada kami. Yang telah beliau sampaikan pada kami: Dia akan datang, namun diharamkan memasuki gerbang-gerbang Madinah. Dia akan datang pada sebagian daerah Sibakh yang artinya tanah asin, di dekat Madinah. Di hari itu akan muncul lelaki yaitu sebaik-baiknya manusia (atau termasuk sebaik-baiknya manusia). Dia akan berkata pada Dajjal, “Saya bersaksi bahwa sungguh kau adalah Dajjal yang pernah dijelaskan oleh Rasulullah di dalam Haditsnya.” Dajjal akan berkata (pada pasukanya): “Bagaimana menurut kalian jika saya telah membunuh? Lalu menghidupkan dia lagi? Apa kalian akan ragu-ragu mengenai perkara ini?.” Mereka menjawab, “Tidak!.” Dajjal membunuh lalu menghidupkan lagi pada lelaki itu. Ketika Dajjal menghidupkan lagi; lelaki itu berkata, “Demi Allah! Sekarang ini saya justru semakin lebih tahu mengenai, kau adalah Dajjal.” Dajjal akan berusaha membunuh lagi, namun tidak diberi kemampuan. Abu Ischaq (murid Muslim) berkata, “Diberitakan sungguh lelaki yang akan dibunuh ini bernama Khadhir AS.” Abdullah bin Abdir Rohman Addarimi murid Abul-Yaman murid Syuaib murid Zuhri, melalu isnad di atas menjelaskan semisal itu. Banyak orang ingin lebih tahu siapakah Nabi Khadhir yang nama sebetulnya adalah Balya AS itu? Dan apa saja wasiat dia AS yang bermanfaat untuk kita?. Kitab Majma Azzawaid wa Manbaul-Fawaid menjelaskan tentang wasiat Nabi Khadhir AS: مجمع الزوائد ومنبع الفوائد - (ج 1 / ص 75) عن عمر بن الخطاب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال أخي موسى عليه السلام يا رب أرني الذي كنت أريتني في السفينة فأوحى الله إليه: يا موسى إنك ستراه فلم يلبث إلا يسيراً حتى أتاه الخضر في طيب ريح وحسن ثياب البياض فقال: السلام عليك يا موسى بن عمران وإن ربك يقرأ عليك السلام ورحمة الله فقال موسى: وهو السلام ومنه السلام وإليه السلام والحمد لله رب العالمين الذي لا أحصي نعمه ولا أقدر على شكره إلا بمعونته ثم قال موسى: إني أريد أن توصيني بوصية ينفعني الله بها بعدك قال الخضر: يا طالب العلم إن القائل أقل ملالة من المستمع فلا تمل جلساءك إذا حدثتهم واعلم أن قلبك وعاء فانظر ماذا تحشو به وعاءك واعزف الدنيا وانبذها وراءك فإنها ليست لك بدار ولا لك فيها محل قرار وإنها جعلت بلغة للعباد ليتزودوا منها للميعاد ويا موسى وطن نفسك على الصبر تلقى الحلم وأشعر قلبك التقوى تنل العلم ورض نفسك على الصبر تخلص من الإثم يا موسى تفرغ للعلم إن كنت تريده فإنما العلم لمن تفرغ له ولا تكونن مكثاراً بالمنطق مهذاراً فإن كثرة المنطق تشين العلماء وتبدي مساوي السخفاء ولكن عليك بذي اقتصاد فإن ذلك من التوفيق والسداد واعرض عن الجهال واحلم عن السفهاء فإن ذلك فضل الحكماء وزين العلماء إذا شتمك الجاهل فاسكت عنه سلماً وجانبه حزماً فإن ما لقي من جهله عليك وشتمه إياك أعظم وأكثر يا ابن عمران لا تفتحن باباً لا تدري ما غلقه ولا تغلقن باباً لا تدري ما فتحه يا ابن عمران من لا ينتهي من الدنيا نهمته ولا تنقضي فيها رغبته كيف يكون عابداً من يحقر حاله ويتهم الله بما قضى له كيف يكون زاهداً هل يكف عن الشهوات من قد غلب عليه هواه وينفعه طلب العلم والجهل قد حواه لإن سفره إلى آخرته وهو مقبل على دنياه يا موسى تعلم ما تعلم لتعمل به ولا تعلم لتحدث به فيكون عليك بوره ويكون لغيرك نوره يا ابن عمران اجعل الزهد والتقوى لباسك والعلم والذكر كلامك وأكثر من الحسنات فإنك مصيب السيئات وزعزع بالخوف قلبك فإن ذلك يرضي ربك واعمل خيراً فإنك لا بد عامل سواء قد وعظت إن حفظت. فتولى الخضر وبقي موسى حزيناً مكروباً. رواه الطبراني في الأوسط وفيه زكريا بن يحيى الوقاد قال ابن عدي كان يضع الحديث. Artinya: Dari Umar bin Al-Khatthab RA: “Rasulullah SAW bersabda ‘Musa saudaraku AS’ berdoa ‘ya Rabb! Tunjukkan padaku orang yang pernah Kau tunjukkan padaku di dalam perahu’.” Allah pun memberi wahyu dia: “Ya Musa! Sungguh kau akan segera melihat dia.” Tak lama kemudian Nabi Khadhir datang padanya AS dengan keharuman yang semerbak dan busana putih yang bagus, untuk mengucapkan: “Assalamu alaika ya Musa bin Imran! Sungguh Tuhanmu berfirman padamu ‘alaika Assalamu warahmatullah’.” Musa berkata, “Dialah Assalaam. Dari Dia pula Assalaam. Dan kepadaNya pula Assalaam. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam yang kenikmatanNya tak mungkin bisa saya hitung. Saya tak mungkin bisa bersukur kecuali karena pertolonganNya.” Lalu berkata pada Khadhir AS: “Saya ingin kau memberi saya wasiat yang bermanfaat padaku setelah kau.” Khadhir berkata, “Hai orang yang mencari ilmu! Sungguh pembicara lebih sedikit bosannya daripada pendengar. Maka jika kau berbicara jangan membuat bosan pada para pendengar! Ketahuilah bahwa hatimu adalah wadah. Maka pelajarilah yang akan kau isikan pada wadahmu! Anggaplah dunia ini sebagai permainan! Buanglah di belakangmu! Karena dunia bukan tempatmu! Dan bukan tempat tinggalmu yang nyaman! Dunia dicipta sebagai bekal para hamba untuk hari yang dijanjikan! Hai Musa! Tempatkan dirimu pada kesabaran! Nisaya kau akan menjadi bijaksana! Sadarkan hatimu agar bertaqwa! Niscaya kau mendapatkan ilmu! Buatlah hatimu ridho mengamalkan kesabaran! Niscaya kau keluar dari dosa! Hai Musa! Jika kau membutuhkan ilmu, longgarkanlah waktu untuk mengaji! Sungguh ilmu hanya akan didapatkan oleh orang yang mengaji dengan serius! Jangan sekali-kali berbicara terlalu banyak! Banyak berbicara membuat cacat pada ulama, dan menunjukkan terbatasnya ilmu mereka! Tetapi berbicaralah yang panjangnya sedang! Karena demikian itu sesuai dengan kehendak Allah (taufiq) dan amalan yang tepat! Ampunilah orang-orang bodoh! Dan bijaklah pada orang-orang bebal! Karena demikian itu utama bagi para hakim dan hiasan indah bagi para ulama! Jika kau dicaci oleh orang bodoh, maka diamlah dengan tidak menyakiti perasaannya! Karena kebodohannya bisa membuat dia mencaci-maki kau dengan lebih banyak dan lebih menyakitkan. Hai putra Imran! Jangan membuka pintu yang kau tak bisa menguncinya! Dan jangan menutup pintu yang kau tak bisa membukanya!. Hai putra Imran! Orang yang berambisi menguasai dan terlalu mencintai dunia, apa bisa menjadi hamba Allah? Orang yang tidak bisa bersukur dan dan menyangka jelek pada Allah, apa mungkin bisa zuhud?. Apakah mungkin orang yang tak mampu mengalahkan hawa nafsunya, bisa mengendalikan syahwatnya? Apakah mengajinya akan bermanfaat jika dia dibalut oleh kebodohannya? Karena mestinya dia pergi ke arah akhirat, namun dia justru berjalan menuju dunia?. Hai Musa! Pahamilah yang kau pelajari untuk kau amalkan! Jangan belajar hanya untuk diceritakan! Karena kau akan rusak! Sementara yang kau ajar mendapatkan nur! Hai putra Imran! Jadikanlah zuhud dan taqwa sebagai busanamu! Ilmu dan dzikir sebagai bahan pembicaraanmu! Perbanyaklah perbuatan baik! Karena kau juga berbuat kesalahan! Goncangkan hatimu agar takut Allah! karena demikian itu membuat Tuhanmu ridho! Lakukanlah kebaikan! Karena kau juga melakukan kejelekan! Sungguh kau telah diberi nasehat, jika kau memperhatikan!’.” Khadir AS pun berpaling (pergi); Musa AS tinggal di tempat dengan susah dan sedih. Hadits ini diriwayatkan oleh Thabarani di dalam Al-Ausath. Hanya di dalam isnadnya ada Zakariya bin Yachya Al-Waqqad, yang menurut Ibnu Adi: “Dhoif.”

(Kerajaan adalah kekuasaan) Kajian ayat 26-27 dari surat Ali Imran

(Kerajaan adalah kekuasaan) Kajian ayat 26-27 dari surat Ali Imran Ada orang bertanya, “Bagaimana kalau doa Nabi Sulaiman AS kita baca agar mendapat kerajaan seperti Nabi Sulaiman SAW?.” Jawabannya, “Boleh-boleh saja, tetapi yang ‘seperti’ belum tentu persis atau setimbang. Dan doa minta kerajaan yang lebih berbobot dari pada doa Nabi Sulaiman AS adalah Ajaran Allah pada Nabi Muhammad SAW: اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ، وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكِ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ، وتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ، وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا، تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا، وتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ، ارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيني بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ. [1] Artinya: Ya Allah Raja segala kerajaan, Tuhan memberikan kerajaan pada yang Tuhan kehendaki dan melepas kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, dan menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki. Di Tangan Tuhan lah segala kebaikan, sungguh Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tuhan memasukkan malam di dalam siang dan memasukkan siang di dalam malam. Mengeluarkan hidup dari mati dan mengeluarkan mati dari hidup. Dan memberi rizqi dengan tanpa perhitungan pada orang yang Tuhan kehendaki. Wahai yang Maha pengasih di dunia dan akhirat dan Maha penyayang di dalam duanya, Tuhan memberi bagian dari duanya pada orang yang Tuhan kehendaki dan menghalang-halangi orang yang Tuhan kehendaki. Sayangilah saya dengan rahmat yang Tuhan pergunakan memberi kekayaan hamba, jauh dari rahmat selain Tuhan. Termasuk alasan ulasan di atas: Setelah Nabi Sulaiman AS berdoa dan Allah mengabulkan doanya, ternyata karena akibatnya yang terlalu agung; justru berdampak banyak jin dan manusia yang mengkultuskan Nabi Sulaiman AS. Setelah Nabi Muhammad SAW membaca ajaran Allah itu dampaknya jauh lebih besar dari pada dampak yang diterima oleh Nabi Sulaiman, namun aman bagi umat dari pengkultusan terhadap nabi mereka. Memang Thabarani mengeluarkan Hadits mengenai doa itu diajarkan pada Mu’adz bin Jabal RA yang stres karena keberatan hutang. Namun kalau ditinjau dari segi sababunnuzul (sebab turunnya doa dalam ayat tersebut) dan matan (isi) doa itu, arahnya agar nabi dan umatnya mengenal, memuji dan berdoa pada Allah yang Maha segala-galanya. Dan itulah yang mendasari doa seorang menjadi makbul. Riwayat lengkap dari Hadits yang sehubungan dengan doa itu: 16739 - حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ يَعْقُوبُ بن إِسْحَاقَ النَّيْسَابُورِيُّ، حَدَّثَنَا نَصْرُ بن مَرْزُوقٍ الْعُمَرِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ وَهْبُ اللَّهِ بن رَاشِدٍ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بن يَزِيدَ الأَيْلِيُّ، حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ الزُّهْرِيُّ، عَنْ سَعِيدِ بن الْمُسَيِّبِ، عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَقَدَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى مُعَاذًا فَقَالَ لَهُ:"يَا مُعَاذُ، مَا لِي لَمْ أَرَكَ؟"، قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لِيَهُودِيٍّ عَلَيَّ أُوقِيَّةٌ مِنْ تِبْرٍ، فَخَرَجْتُ إِلَيْكَ فَحَبَسَنِي عَنْكَ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"يَا مُعَاذُ، أَلا أُعَلِّمُكَ دُعَاءً تَدْعُو بِهِ؟ فَلَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِنَ الدِّينِ مِثْلُ جَبَلِ صَبِرٍ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْكَ وَصَبِرٌ جَبَلٌ بِالْيَمَنِ، فَادْعُ بِهِ يَا مُعَاذُ قُلِ: اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ، وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكِ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ، وتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ، وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا، تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا، وتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ، ارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيني بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ" Arti (selain) isnadnya: Dari Mu’adz bin Jabal, “Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mencari-cari Mu’adz bin Jabal yang absen dari shalat Jumat. Setelah shalat, Rasulullah SAW mendatangi Mu’adz untuk berkata ‘hai Mu’adz kenapa saya tadi tidak melihat kau hadir?.” Mu’adz menjawab, “Karena ada orang Yahudi yang menagih hutang emas satu uqiyah padaku. Saya telah berusaha menemui kau namun dia menghalang-halangi, agar saya tidak berhasil menemui kau.” Rasulullah SAW bersabda, “Hai Mu’adz! Bukankah kau mau saya ajar doa untuk kau baca? Kalau hutang yang membebani kau semisal gunung Shabir (صَبِرٌ), Allah pasti membuatmu mampu melunasi hutang itu. Berdoalah dengan doa itu hai Mu’adz: ‘Allaahumma Maalikal-mulki tu’thil mulka man tasyaaa’u wa tanzi’ul mulka mimman tasyaaa’u wa tu’izzu man tasyaaa’u wa tudzillu man tasyaaa’u bi Yadikal khairu innaka ‘alla kulli syai’in qadiir. Tuulijullaila finnahaari wa tuulijunnahaara fillaili wa tukhrijul chayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal chayyi wa tarzuqu man tasyaaa’u bi ghoii chisaab. Rohmaanad dunyaa wal aakhirati wa Rohiimahumaa. Tu’thii man tasyaaa’u min humaa wa tamna’u man tasyaa’urhamnii rahmatan tughniinii bihaa ‘an rahmati man siwaaK’.” Shabir (صَبِرٌ) adalah nama gunung di Yaman. Bagi yang belum berhasil menghayati kalimat doa itu, bisa jadi jusru bertanya: “Kenapa dikatakan doa ini lebih berbobot daripada doa Nabi Sulaiman AS?.” Jawabannya, “Memang dampak dari doa Sulaiman AS, Allah menundukkan jin, burung, dan manusia, untuknya. Kepatuhan para jin pada Sulaiman melampaui batas, hingga Sulaiman wafat pun, mereka masih bekerja keras, karena dikira dia masih hidup atau takkan wafat. Jauh tahun setelah itu, banyak orang Yahudi yang mengatakan: “Sulaiman telah murtad, kafir, dan mengajarkan sihir.” Berarti dampak dari doa itu adalah baik, tapi berakibat orang bodoh mengkultusakan Sulaiman AS yang mendapatkan anugrah sangat agung dari Allah berkat doanya. Sedangkan setelah doa ajaran Allah itu dibaca oleh nabi, Allah memberi pertolongan yang makin lama makin besar pada Nabi Muhammad dan umatnya SAW. Sepanjang sejarah belum pernah ada kaum yang diberi pertolongan oleh Allah yang akbarnya sebanding dengan yang telah diberikan pada umat Muhammad. Berarti dampak dari doa ajaran Allah untuk Nabi Muhammad SAW jauh lebih besar, bahkan membuat manusia lebih tahu dan lebih dekat kepada Allah. Beberapa orang bertanya, “Kenapa justru inti doa itu memohon rahmat Allah untuk kita yang jauh lebih luas daripada yang dari selain Allah?.” Jawabannya, “Justru itulah yang membuat manusia masuk surga dan disayang di dunia dengan berlebih-lebih." Ustadz Bahruddin dan lainnya berkata, “Berarti ini doa agar kita bisa melunasi hutang? Berdasarkan Hadits di atas?.” Jawabannya, “Ditinjau dari sababunnuzulnya, doa ini untuk minta kerajaan akbar yang dibalut rahmat. Tetapi nabi SAW pernah mengajarkan agar dibaca oleh Muadz yang saat itu keberatan hutang.” [2] [1] Bagi yang tidak bisa membaca tulisan Arab, di atas sudah dituliskan untuk mempermudahkan. [2] Rujukan uraian ini di: تفسير البغوي - إحياء التراث (1 / 425): ع «374» قَالَ قَتَادَةُ: ذُكِرَ لَنَا أَنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ رَبَّهُ أَنْ يَجْعَلَ مُلْكَ فَارِسَ وَالرُّومِ فِي أُمَّتِهِ فَأَنْزَلَ الله تعالى هذه الآية. ع «375» وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ الله عنه: لما فَتَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ وَعَدَ أُمَّتَهُ مُلْكَ فَارِسَ وَالرُّومِ. [قَالَ الْمُنَافِقُونَ وَالْيَهُودُ: هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ مِنْ أَيْنَ لمحمد مُلْكُ فَارِسَ وَالرُّومِ؟] وَهُمْ أَعَزُّ وَأَمْنَعُ مِنْ ذَلِكَ، أَلَمْ يَكْفِ مُحَمَّدًا مَكَّةُ وَالْمَدِينَةُ حَتَّى طَمِعَ فِي مُلْكِ فَارِسَ وَالرُّومِ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى هَذِهِ الْآيَةَ: قُلِ اللَّهُمَّ.

DOA MELULUHKAN HATI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Banyak orang yang bertanya, bagaimana doa untuk meluluhkan hati seseorang? Berikut kami coba cantumkan Hadits tentang doa yang dimaksud: ألا أعلمك ما علمني جبريل إذا كانت لك حاجة إلى بخيل شحيح أو سلطان جائر أو غريم فاحش تخاف فحشه فقل : اللهم إنك أنت العزيز الكبير وأنا عبدك الضعيف الذليل الذي لا حول ولا قوة إلا بك ، اللهم سخر لي فلانا كما سخرت فرعون لموسى ولين لي قلبه كما لينت الحديد لداود فانه لا ينطق إلا باذنك ناصيته في قبضتك وقلبه في يدك جل ثناء وجهك يا أرحم الراحمين. Artinya: (Nabi SAW bersabda "Maukah kau kuajar yang Jibril AS pernah mengajarkan padaku?. Ketika kau mempunyai hajat pada orang yang sangat pelit lagi kikir, atau penguasa jair (tidak adil), atau orang keberatan hutang yang jahat, maka berdoalah: 'Allaahumma innaKa Antal Aziizul Kabiir. Wa ana abduKa Adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa chaula wa laa quwwata illaa biK. Allaahumma sakhkhir ...((1) sebutlah nama orang kau maksud)... lii kamaa sakhkhorta Firauna li Muusaa. Wa layyin lii qolbahuu kamaa layyantalhadiida li Daawuuda. Fa innahuu laayantiqu illaa bi idzniK. Naashiyatuhuu fii qobdhatiK. Wa qolbuhuu fii YadiK. Jalla tsanaau WajhiK. Ya Archamar Roochimiin. Artinya: Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar, sedangkan saya hambaMu yang sangat hina lagi dina yang tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah........(1) padaku sebagaimana Kau telah menundukkan Fir’aun pada Musa. Dan luluhkanlah hatinya untukku sebagaimana Kau telah meluluhkan besi untuk Daud. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izinMu, ubun-ubunnya dalam genggamanMu dan hatinya di TanganMu. Pujian WajahMu telah agung, wahai zat yang lebih sayang daripada para penyayang. Arabnya: اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَاناً كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (1) Ada yang bertanya “Bolehkan kalau setelah Allaahumma sakh-khirlii ….titik-titiknya diisi lafal qalba fulan/fulanah (nama seorang)?” Saya menjawab, “Tidak boleh, itu salah besar. Yang benar Haditsnya: Langsung sebut namanya, tidak perlu ditambahi lafal 'qalba'." Meskipun banyak yang melakukan demikian, tetap salah. Karena Jibril mengajarkan pada nabi SAW, untuk menundukkan orang, bukan hati. Dan meluluhkan hati. Jadi, kalau hati diluluhkan. Kalau orang ditundukkan. Dalam kaidah bahasa Arab, "Sakh-khara, atau 'sakh-khir'," Adalah penundukan yang bisa dinikmati. Seperti sakh-khara lanaa haadzaa. Atau penundukan yang bisa diperintah merusak. Seperti: {إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ} [ص: 18]. {أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ} [الحج: 65]. {أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً} [لقمان: 20]. { اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ} [الجاثية: 12]. {سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ } [الزخرف: 13]. Lafal sukhriyyaa dalam Al-Qur'an berasal dari asal yang sama. Biasanya diartikan perintah: قَوْلُهُ تَعَالَى: {لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا} [الزخرف: 32]

Rabu, 03 September 2014

TENTANG DAJJAL DAN KHAIDHIR AS

Tentang Dajjal dan Khadhir AS Dajjal adalah makhluq mengaku Tuhan yang akan muncul sebelum kiamat. Yang mampu membunuh dia yang menguasai ilmu sihir ini hanya Isa bin Maryam AS. Muslim meriwayatkan tentang Dajjal membunuh dan menghidupkan lelaki, di dalam kitabnya: صحيح مسلم - (ج 14 / ص 169) حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا حَدَّثَنَا قَالَ يَأْتِي وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْتَهِي إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُولُ لَهُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا قَالَ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ حِينَ يُحْيِيهِ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْآنَ قَالَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو إِسْحَقَ يُقَالُ إِنَّ هَذَا الرَّجُلَ هُوَ الْخَضِرُ عَلَيْهِ السَّلَام و حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ Arti selain isnadnya: Pada suatu hari Rasulullah SAW menyampaikan Hadits yang panjang tentang Djjal, pada kami. Yang telah beliau sampaikan pada kami: Dia akan datang, namun diharamkan memasuki gerbang-gerbang Madinah. Dia akan datang pada sebagian daerah Sibakh yang artinya tanah asin, di dekat Madinah. Di hari itu akan muncul lelaki yaitu sebaik-baiknya manusia (atau termasuk sebaik-baiknya manusia). Dia akan berkata pada Dajjal, “Saya bersaksi bahwa sungguh kau adalah Dajjal yang pernah dijelaskan oleh Rasulullah di dalam Haditsnya.” Dajjal akan berkata (pada pasukanya): “Bagaimana menurut kalian jika saya telah membunuh? Lalu menghidupkan dia lagi? Apa kalian akan ragu-ragu mengenai perkara ini?.” Mereka menjawab, “Tidak!.” Dajjal membunuh lalu menghidupkan lagi pada lelaki itu. Ketika Dajjal menghidupkan lagi; lelaki itu berkata, “Demi Allah! Sekarang ini saya justru semakin lebih tahu mengenai, kau adalah Dajjal.” Dajjal akan berusaha membunuh lagi, namun tidak diberi kemampuan. Abu Ischaq (murid Muslim) berkata, “Diberitakan sungguh lelaki yang akan dibunuh ini bernama Khadhir AS.” Abdullah bin Abdir Rohman Addarimi murid Abul-Yaman murid Syuaib murid Zuhri, melalu isnad di atas menjelaskan semisal itu. Banyak orang ingin lebih tahu siapakah Nabi Khadhir yang nama sebetulnya adalah Balya AS itu? Dan apa saja wasiat dia AS yang bermanfaat untuk kita?. Kitab Majma Azzawaid wa Manbaul-Fawaid menjelaskan tentang wasiat Nabi Khadhir AS: مجمع الزوائد ومنبع الفوائد - (ج 1 / ص 75) عن عمر بن الخطاب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال أخي موسى عليه السلام يا رب أرني الذي كنت أريتني في السفينة فأوحى الله إليه: يا موسى إنك ستراه فلم يلبث إلا يسيراً حتى أتاه الخضر في طيب ريح وحسن ثياب البياض فقال: السلام عليك يا موسى بن عمران وإن ربك يقرأ عليك السلام ورحمة الله فقال موسى: وهو السلام ومنه السلام وإليه السلام والحمد لله رب العالمين الذي لا أحصي نعمه ولا أقدر على شكره إلا بمعونته ثم قال موسى: إني أريد أن توصيني بوصية ينفعني الله بها بعدك قال الخضر: يا طالب العلم إن القائل أقل ملالة من المستمع فلا تمل جلساءك إذا حدثتهم واعلم أن قلبك وعاء فانظر ماذا تحشو به وعاءك واعزف الدنيا وانبذها وراءك فإنها ليست لك بدار ولا لك فيها محل قرار وإنها جعلت بلغة للعباد ليتزودوا منها للميعاد ويا موسى وطن نفسك على الصبر تلقى الحلم وأشعر قلبك التقوى تنل العلم ورض نفسك على الصبر تخلص من الإثم يا موسى تفرغ للعلم إن كنت تريده فإنما العلم لمن تفرغ له ولا تكونن مكثاراً بالمنطق مهذاراً فإن كثرة المنطق تشين العلماء وتبدي مساوي السخفاء ولكن عليك بذي اقتصاد فإن ذلك من التوفيق والسداد واعرض عن الجهال واحلم عن السفهاء فإن ذلك فضل الحكماء وزين العلماء إذا شتمك الجاهل فاسكت عنه سلماً وجانبه حزماً فإن ما لقي من جهله عليك وشتمه إياك أعظم وأكثر يا ابن عمران لا تفتحن باباً لا تدري ما غلقه ولا تغلقن باباً لا تدري ما فتحه يا ابن عمران من لا ينتهي من الدنيا نهمته ولا تنقضي فيها رغبته كيف يكون عابداً من يحقر حاله ويتهم الله بما قضى له كيف يكون زاهداً هل يكف عن الشهوات من قد غلب عليه هواه وينفعه طلب العلم والجهل قد حواه لإن سفره إلى آخرته وهو مقبل على دنياه يا موسى تعلم ما تعلم لتعمل به ولا تعلم لتحدث به فيكون عليك بوره ويكون لغيرك نوره يا ابن عمران اجعل الزهد والتقوى لباسك والعلم والذكر كلامك وأكثر من الحسنات فإنك مصيب السيئات وزعزع بالخوف قلبك فإن ذلك يرضي ربك واعمل خيراً فإنك لا بد عامل سواء قد وعظت إن حفظت. فتولى الخضر وبقي موسى حزيناً مكروباً. رواه الطبراني في الأوسط وفيه زكريا بن يحيى الوقاد قال ابن عدي كان يضع الحديث. Artinya: Dari Umar bin Al-Khatthab RA: “Rasulullah SAW bersabda ‘Musa saudaraku AS’ berdoa ‘ya Rabb! Tunjukkan padaku orang yang pernah Kau tunjukkan padaku di dalam perahu’.” Allah pun memberi wahyu dia: “Ya Musa! Sungguh kau akan segera melihat dia.” Tak lama kemudian Nabi Khadhir datang padanya AS dengan keharuman yang semerbak dan busana putih yang bagus, untuk mengucapkan: “Assalamu alaika ya Musa bin Imran! Sungguh Tuhanmu berfirman padamu ‘alaika Assalamu warahmatullah’.” Musa berkata, “Dialah Assalaam. Dari Dia pula Assalaam. Dan kepadaNya pula Assalaam. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam yang kenikmatanNya tak mungkin bisa saya hitung. Saya tak mungkin bisa bersukur kecuali karena pertolonganNya.” Lalu berkata pada Khadhir AS: “Saya ingin kau memberi saya wasiat yang bermanfaat padaku setelah kau.” Khadhir berkata, “Hai orang yang mencari ilmu! Sungguh pembicara lebih sedikit bosannya daripada pendengar. Maka jika kau berbicara jangan membuat bosan pada para pendengar! Ketahuilah bahwa hatimu adalah wadah. Maka pelajarilah yang akan kau isikan pada wadahmu! Anggaplah dunia ini sebagai permainan! Buanglah di belakangmu! Karena dunia bukan tempatmu! Dan bukan tempat tinggalmu yang nyaman! Dunia dicipta sebagai bekal para hamba untuk hari yang dijanjikan! Hai Musa! Tempatkan dirimu pada kesabaran! Nisaya kau akan menjadi bijaksana! Sadarkan hatimu agar bertaqwa! Niscaya kau mendapatkan ilmu! Buatlah hatimu ridho mengamalkan kesabaran! Niscaya kau keluar dari dosa! Hai Musa! Jika kau membutuhkan ilmu, longgarkanlah waktu untuk mengaji! Sungguh ilmu hanya akan didapatkan oleh orang yang mengaji dengan serius! Jangan sekali-kali berbicara terlalu banyak! Banyak berbicara membuat cacat pada ulama, dan menunjukkan terbatasnya ilmu mereka! Tetapi berbicaralah yang panjangnya sedang! Karena demikian itu sesuai dengan kehendak Allah (taufiq) dan amalan yang tepat! Ampunilah orang-orang bodoh! Dan bijaklah pada orang-orang bebal! Karena demikian itu utama bagi para hakim dan hiasan indah bagi para ulama! Jika kau dicaci oleh orang bodoh, maka diamlah dengan tidak menyakiti perasaannya! Karena kebodohannya bisa membuat dia mencaci-maki kau dengan lebih banyak dan lebih menyakitkan. Hai putra Imran! Jangan membuka pintu yang kau tak bisa menguncinya! Dan jangan menutup pintu yang kau tak bisa membukanya!. Hai putra Imran! Orang yang berambisi menguasai dan terlalu mencintai dunia, apa bisa menjadi hamba Allah? Orang yang tidak bisa bersukur dan dan menyangka jelek pada Allah, apa mungkin bisa zuhud?. Apakah mungkin orang yang tak mampu mengalahkan hawa nafsunya, bisa mengendalikan syahwatnya? Apakah mengajinya akan bermanfaat jika dia dibalut oleh kebodohannya? Karena mestinya dia pergi ke arah akhirat, namun dia justru berjalan menuju dunia?. Hai Musa! Pahamilah yang kau pelajari untuk kau amalkan! Jangan belajar hanya untuk diceritakan! Karena kau akan rusak! Sementara yang kau ajar mendapatkan nur! Hai putra Imran! Jadikanlah zuhud dan taqwa sebagai busanamu! Ilmu dan dzikir sebagai bahan pembicaraanmu! Perbanyaklah perbuatan baik! Karena kau juga berbuat kesalahan! Goncangkan hatimu agar takut Allah! karena demikian itu membuat Tuhanmu ridho! Lakukanlah kebaikan! Karena kau juga melakukan kejelekan! Sungguh kau telah diberi nasehat, jika kau memperhatikan!’.” Khadir AS pun berpaling (pergi); Musa AS tinggal di tempat dengan susah dan sedih. Hadits ini diriwayatkan oleh Thabarani di dalam Al-Ausath. Hanya di dalam isnadnya ada Zakariya bin Yachya Al-Waqqad, yang menurut Ibnu Adi: “Dhoif.”

JIKA AKU MENJADI MEREKA

Andaikan sang waktu berhenti dan ketika nafasku tak lagi berhembus..... Mungkin aku tak lagi bersedih,berduka dan juga tertawa bersamamu........... Terkadang terfikirkan di benakku ingin rasanya seperti mereka2 itu...... Bisa sombong dan membusungkan dada,namun apa yang pantas aku sombongkan.... Apa yang pantas aku busungkan....heeemmmmmm....aku menghela nafas sejenak....?????? Aku cuma anak kampung ,yang tak punya pendidikan tinggi seperti mereka.... Aku sudah terbiasa di caci,aku sudah biasa di maki,aku sudah biasa di acuhkan,,,, Entahlaaahhhh...................... Aku seperti sampah yang berserakan di tanah terhempas dan terinjak oleh lalu lalang mereka.. Aku hanya bisa pasrah dan mengalah seperti kerbau yang di perintah apa saja mau ......... Aku coba menghela nafas kembali...... Beginikah kehidupan....................................................... Masih adakah orang yang berhati mulia,,masih adakah orang yang berbelas kasih..... Dan dimanakah orang tersebut.......... Aku hanya berharap semoga masih ada,,................